Search

MEMBANGUN ASET AKHIRAT DENGAN MEMBEKALI ANAK KAJIAN ISLAMI SEJAK DINI PADA BULAN RAMADHAN

Majalahaula.id – Salah satu bulan yang dinantikan oleh umat islam adalah bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, ibadah yang dilaksankan pada bulan Ramadhan pahalanya dilipat gandakan oleh Allah swt. Spesialnya bulan penuh berkah ini tentu tidak lepas dari kemuliaan-kemulian didalamnya, salah satunya ibadah fardhu di dalamnya, yakni pelaksanaan ibadah puasa. Ibadah puasa ini merupakan pelaksanaan dari salah satu rukun Islam. Puasa diwajibkan pada orang-orang yang beriman dan telah memenuhi syarat wajibnya. Ibadah puasa ini merupakan ibadah yang sangat mulia dikarenakan ibadah satu-satunya yang bebas dari intervensi siapapun dari makhluk Allah di muka bumi. Begitu juga bahwa ibadah puasa ini sangat rahasia, sehingga kerahasiaanya hanya diketahui oleh si pelaku dan Allah saja. Pahala orang berpuasa akan diperoleh langsung bagi si pelaku tanpa dijelaskan berapa kali lipat ganjaran pahalanya.

Kebahagiaan menyambut bulan Ramadhan juga dirasakan oleh santri MI Al Fithrah para santri begitu meriah menyambut kegiatan pondok Ramadhan yang dimulai dari tanggal 14,15 dan 16 Maret 2024, kegiatan yang berlangsung 3 hari tersebut diisi dengan materi yang berbeda dari biasanya, buku pondok Ramadhan yang dterbitkan mandiri oleh Madrasah memberikan nuasa Islami yang menyenangkan dalam menyampaikan materi di kelas ditambah pemutaran video nuzulul Qur’an dan lailatul qadar, praktik zakat fithrah serta LK (lembar kegiatan) yang menambah kesan banyaknya selingan model pembelajaran yang bervariasi.

Baca Juga:  BUKA PUASA AWAL RAMADLAN 1445 H, PCNU SITUBONDO BERSAMA SANTRI RUTAN KLAS IIB SITUBONDO

Ramadhan kali ini mengusung tema ‘Irama’ (Indahnya Ramadhan Meraih Taqwa) bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan, diikuti oleh 787 santri mulai dari kelas I sampai kelas VI Para santri tidak memakai seragam biasanya melainkan berbusana muslim bebas asal sopan dan rapi untuk menambah kesan Ramadhan semakin Islami. Agenda yang seharusnya terjadwal diakhir kegiatan pembelajaran inti ini mendadak dirolling diawal Ramadhan dengan alasan agar lebih mengena dengan menyambut datangnya bulan penuh berkah.

Ada yang berbeda dari kegiatan pondok ramadhan tahun ini dengan tahun kemarin, kalau pondok ramadhan tahun kemarin persiapan waktunya sangat panjang, sedangkan tahun ini cukup singkat. Bagaimana tidak singkat? Rapat persiapannya saja hanya dilakukan 1 kali sebelum hari pelaksanaan. Sehingga para panitia kesannya terburu-buru dalam mempersiapkan kebutuhannya. Namun semuanya terkoordinir dengan rapi hingga akhirnya terlaksanalah kegiatan pondok ramadhan yang kegiatan puncaknya tanggal 28 Maret 2024 dengan rangkaian acara buka bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan tarawih di masjid Pondok Pesantren Assalafi Alfithrah Surabaya. Kegiatan buka bersama ini sudah berlangsung lama sebagai bentuk memperkuat rasa kebersamaan dan Ukhuwah islamiyah antara santri dengan guru.

Baca Juga:  Siswa Jatim Terbanyak Diterima di SNBP

Kegiatan pondok Ramadhan ini juga tidak menghilangkan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan di MI Al Fithrah, salah satunya karakter cinta Allah dan Rasul yaitu shalat sunah pagi penanaman karakter ini tetap dilaksakan sebelum memulai kegiatan. Berbeda dari biasanya, kegiatan ini dimulai pukul 07.00 sampai kurang lebih pukul 10.00 berakhirnya kegiatan ini. Dilanjutkan dengan kegiatan KKG guru, rapat kegiatan, muraja’ah serta shalat dhuhur berjamaah sebagai berakhirnya kegiatan hari itu.

Dibulan mustajab ini bulan yang dikenal dengan terkabulnya doa salah satu keutamaan bulan Ramadhan dari bulan lainnya adalah bulan Ramadhan merupakan salah satu waktu untuk memanjatkan doa, seperti yang dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A. yang artinya:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang yang didzalimi.” (HR. Ahmad 2:305)
Dari hadits di atas dapat dilihat bahwa seseorang yang berpuasa merupakan salah satu dari tiga golongan orang yang doanya tidak tertolak sehingga ketika bulan Ramadhan datang, dianjurkan kepada seluruh umat muslim untuk memperbanyak doa.
Semoga kita semua mendapatkan keberkahan bulan ramadhan serta mendapatkan ampunan dari Allah. Amin…

Baca Juga:  Pesantren Kilat Ramadhan, Ini Pesan Wakil Sekretaris MWCNU Sukau Lampung Barat

Penulis : Ustadzah Halimah Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana MI AL Fithrah Surabaya, Sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Pondok Ramadhan Tahun 2024.

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA