Search

Peringati Nuzulul Quran, SMA Al Muslim gelar kegiatan Khataman Al Quran dan Motivation Spiritual

Majalahaula.id – Bulan ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu ditunggu kedatangannya oleh  umat muslim di seluruh dunia. Bulan ramadan identik dengan pelaksanaan kegiatan pondok ramadan di sekolah, tak terkecuali SMA Al Muslim. Pelaksanaan kegiatan pondok ramadan diselenggarakan pada saat malam peringatan Nuzulul Qur’an tepatnya pada Rabu, 27 Maret 2024. Tema yang diusung dalam kegiatan pondok ramadan ini yaitu “Menebar Hikmah, Menggapai Maghfirah”. Pelaksanaan kegiatan pondok ramadan bertujuan untuk meningkatkan semangat seluruh siswa/siswi SMA Al Muslim dalam menjalani ibadah dan meraih berkah di bulan ramadan. Sesuai dengan implementasi profil lulusan SMA Al Muslim Religious dan Personal Excellence, kegiatan ini diharapkan mampu membekali siswa untuk menunjukan sikap pribadi religious dan memiliki kualitas diri yang baik.
Pelaksanaan kegiatan pondok ramadan SMA Al Muslim tahun ini diikuti oleh Ustaz/Ustazah dan siswa-siswi SMA Al Muslim mulai dari kelas X hingga XII. Acara hari ini menghadirkan Dr. Sholehuddin, S.Ag,, M.Pd.I sebagai narasumber yang memberikan spiritual motivation mengenai “Meraih Hikmah di Bulan Puasa”. Serangkaian kegiatan pada peringatan Nuzulul Qur’an dalam kegiatan pondok ramadan ini yaitu khataman Al Qur’an, penyampaian materi spiritual motivation dari narasumber, berbuka bersama, dan salat tarawih berjamaah.
Acara inti dimulai dengan sambutan yang diberikan oleh Ustazah Dr. Mahmudah, S.Ag., M.Pd. selaku Kepala SMA Al Muslim. Beliau menyampaikan kepada seluruh siswa/siswi SMA Al Muslim untuk bersemangat dalam melaksanakan ibadah di bulan suci ramadan. Seluruh siswa diharapkan mampu mengelola waktu dengan baik agar dapat menjalani ibadah dengan sebaik-baiknya. Tak lupa beliau juga berpesan Nuzulul Qur’an menjadi motivasi untuk mencintai Al Qur’an dengan membaca dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi oleh Dr. KH. Sholehuddin, S.Ag., M.Pd.I mengenai “Meraih Hikmah di Bulan Puasa”. Beliau menyampaikan pentingnya menjadi anak yang memegang teguh agama dalam kehidupan dan beramal sholeh, karena pendidikan merupakan saran untuk memperbaiki akhlak dan membawa manfaat bagi orang lain. Seluruh siswa antusias dalam mengikuti serangkaian acara kegiatan pondok ramadan yang rutin diselenggarakan oleh SMA Al Muslim.
Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan berbuka puasa bersama diikuti oleh Ustaz/Ustazah dan seluruh siswa SMA Al Muslim. Momen ini diharapkan mampu menciptakan nuansa kebersamaan, indahnya berbagi, dan rasa syukur atas nikmat puasa yang telah dilaksanakan selama satu hari penuh. Seluruh siswa diajarkan saling berbagi menu berbuka dan menghargai setiap rezeki yang telah diberikan oleh Allah sebagai salah satu bentuk nikmat dan karuniaNya. Pada akhir acara, seluruh civitas SMA Al Muslim bersiap untuk melaksanakan kegiatan salat tarawih berjamaah. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan dan dirindukan oleh seluruh siswa/siswi SMA Al Muslim setiap tahunnya.
Baca Juga:  KH Asep Saifudin Chalim

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA