Search

Tabarruk Ramadlan : Gelorakan I’tikaf dan Sholat Tasbih

Majalahaula.id – Empat tahun lalu, Penasehat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Situbondo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy telah menyerukan kepada umat Islam agar memahami manfaat dan kedahsyatan i’tikaf dan sholat tasbih, lebih-lebih dua sunnah Nabi itu dilaksanakan di bulan Ramadlan secara istiqomah.

Seruan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy diaplikasikan kembali di bulan Ramadlan 1444 H / 2023 M dengan menggelar Safari I’tikaf dan Sholat Tasbih oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo atas kerjasama dengan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Situbondo dan Kepolisian Resor (Polres) Situbondo di 7 masjid yaitu Al Falah Kelurahan Ardirejo Kecamatan Panji (8/4), Nurul Anshor Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji (9/4), Al Mudaffar Desa Talkandang Kecamatan Situbondo (10/4), Ibrahimy PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (11/4), Al Mansuriyah Desa Curah Jeru Kecamatan Panji (12/4), Al Abror Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo (15/4), serta Al Asykar Mapolres Situbondo (17/4).

Baca Juga:  Ansor Bengkulu Tengah Kembali Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar
Ketua PCNU Situbondo Dr.KH A. Muhyiddin Khotib, M.H.I. memberikan sambutan

Ketua PCNU Situbondo Dr. KH A. Muhyiddin Khotib, M.H.I. menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah I’tikaf dan Sholat Tasbih baik dari unsur TNI Polri, PC Lembaga/Badan Khusus, MWCNU, Pengurus Ranting NU, Banom NU, MUI, serta masyarakat sekitar yang mengikuti secara khidmat seluruh rangkaian acaranya di Masjid Nurul Anshor, Minggu (9/4/2023) malam.

“Masjid Nurul Anshor sebagai salah satu ikon masjid NU yang lagi direnovasi perlu kita ikut andil untuk memberikan sumbangsih ataupun jalur kemudahan aliran dana demi terselesaikannya dengan segera,” imbuhnya.

Ketua MUI Situbondo Habib Muhammad Abu Bakar Al Muhdar, M.Pd. bertausiyah

“Keistimewaan 10 hari terakhir bulan Ramadlan sangatlah besar jika kita senantiasa rajin beribadah. Nabi Muhammad SAW bahkan fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah. Artinya memperbanyak ibadah pada malam-malam ini,” seruan Ketua MUI Situbondo Habib Muhammad Abu Bakar Al Muhdar, M.Pd.

Baca Juga:  Prasasti 5 Kampung NU MWC Gapura Diresmikan

“Pada malam likuran Ramadlan, seperti jasa yang ditunggu-tunggu masyarakat, kegiatan i’tikaf dan sholat tasbih berjamaah. Di samping itu, juga melaksanakan istighotsah yang merupakan ciri khas NU,” kata Ketua Pengurus Cabang Lembaga Takmir Nahdlatul Ulama (PC LTMNU) Situbondo Drs.H. Abd. Rahem, M.Pd.I.

Antusias jamaah Safari I’tikaf dan Sholat Tasbih

“Oleh karena besarnya kemuliaan masjid, besar pula keutamaan orang yang membangunnya. Membangun masjid didasari atas niat yang baik, seperti mencari ridha Allah, berarti kita akan membesarkan syiar agama Islam, menghidupi kegiatan kegamaan, dan sebagainya,” ajakan Sekretaris Yayasan Nurul Anshar Sutipyo, S.Pd., M.Pd. (hj)

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA