Search

Jelang Lebaran, Harga Daging dan Cabai Kian Melonjak

Majalahaula.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2024, sejumlah harga bahan pokok kian melonjak. Per 7 April 2024, Panel Harga Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat mencatat harga daging sapi, daging ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih masih naik.

 

Harga rata-rata nasional daging sapi murni naik 1,28 persen dibandingkan pekan lalu menjadi Rp 139.190 per kilogram. Sedangkan daging ayam ras naik 0,39 persen menjadi Rp 38.420 per kilogram.

 

Cabai menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga paling tinggi. Tercatat cabai merah keriting naik 9,27 persen menjadi Rp 51.020 per kilogram. Kemudian cabai rawit merah naik 6,16 persen menjadi Rp 51.330 per kilogram.

Baca Juga:  Cara Daftar Bantuan UMKM Bisa Dapat Rp3,55 Juta Tanpa Punya SKU dan NIB

 

Harga bawang merah juga melonjak 3,96 persen menjadi Rp 40.700 per kilogram. Sedangkan harga bawang putih bonggol naik 0,47 persen menjadi Rp 42.330 per kilogram.

 

Di sisi lain, harga beras premium turun 0,43 persen menjadi Rp 16.080 per kilogram. Harga beras medium juga turun menjadi Rp 13.940 per kilogram. Telur ayam juga tercatat turun harga sebesar 0,52 persen menjadi Rp 30.720 per kilogram.

 

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) atau Bapanas Arief Prasetyo Adi menjamin ketersediaan stok pangan tercukupi hingga penyelenggaraan Pemilu pada Februari dan Lebaran April 2024.

 

Arief juga menjamin stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk pelaksanaan bantuan pangan beras tahun 2024 senantiasa secured dan mencukupi. Adapun satu kali tahap penyaluran bantuan beras selama tiga bulan membutuhkan beras sekitar 660 ribu kilogram.

Baca Juga:  Sherpa Meeting Labuan Bajo: Skema Finansial bagi Perempuan UMKM Disiapkan

 

Untuk memastikan ketersediaan pangan, Bapanas sempat menggelar Forum Rembug Pangan Pengamanan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri 2023. Forum ini dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, Satgas Pangan Polri, serta asosiasi dan pelaku usaha pangan dari setiap komoditas.(Vin)

 

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA