Search

Unugiri Berbagi Kebahagiaan Bersama 99 Anak Yatim

Majalahaula.id – Momentum Nuzulul Qur’an 1445 H, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro gelar Khotmil Qur’an dan Santunan 99 Anak Yatim, pada Kamis (28/3/2024) di Hall Hasyim Asy’ari Gedung Rektorat Lantai 3.

Acara peringatan nuzulul Qur’an tersebut dihadiri beberapa pihak, antara lain BPP, Rektorat, Direktorat, Dekanat, Dosen, dan Karyawan. Turut hadir juga Rais Syuri’ah PCNU Bojonegoro KH. Maimun Syafi’i, komisaris PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Bojonegoro Muhammad Zulkarnain.

Mengawali sambutan, Rektor Unugiri, K. M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih, atas kehadiran serta kontribusi Bapak dan Ibu semuanya pada kegiatan (nuzulul Quran) ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Rilis Lagu Profil Pelajar Pancasila Bernuansa EDM

Beliau berharap semoga ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Agus Muhammadun Romli dari Pondok Pesantren Al-Basyiriyah Petak Bojonegoro, menambah wawasan serta dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang muttaqin.

“Semoga ilmu dari KH. Agus Muhammadun Romli menambah khazanah wawasan kita, sehingga ke depan selalu termotivasi untuk berusaha menjadi insan muttaqin,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Rektor mengajak sinergitas civitas akademika Unugiri melaksanakan amanah yang diberikan Pengurus Besar Nahdlatu Ulama’ (PBNU) untuk menjadikan kampus Unugiri lebih baik lagi.

“cita-cita besar kita untuk menjadi Unugiri World Class University, semoga dimudahkan oleh Allah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua BPP Unugiri Drs. H. Syaifuddin Idris, M.M., menyampaikan kepada seluruh karyawan yang hadir pada kegiatan ini tentang pentingnya mentadabburi Al-Qur’an.

Baca Juga:  G20 EdWG akan Perkuat Komitmen untuk Pulih Bersama

“Kita harus selalu ingat mengapa Al-Quran diturunkan untuk ummat manusia, sudah sepantasnya kita terus menerapkan ajaran Al-Quran di lingkungan kampus kita (Unugiri) agar mendapat barokah dan safaat al-quran,” tuturnya. [red]

*Penulis adalah Humas UNUGIRI Bojonegoro

 

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA