Search

PPI Dunia Komitmen Lindungi Pelajar Indonesia

Majalahaula.id – Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) siap membantu pihak kepolisian dalam mendalami kasus perdagangan orang (TPPO) yang terjadi pada mahasiswa magang di Jerman. Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator PPI Dunia, Hamzah Assuudy Lubis.

“Kami siap menyediakan informasi yang dibutuhkan, terutama terkait informasi pelajar luar negeri. Ini juga komitmen PPI Dunia untuk melindungi pelajar Indonesia,” kata Hamzah dalam keterangannya ditulis Rabu (27/03/2024).

Sebagai perwakilan pelajar di luar negeri, Hamzah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kasatgas TPPO Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro yang telah mengungkap kasus.

Hamzah mengaku ia dan kawan-kawannya baru mengetahui perihal masalah eksploitasi ini. Diketahui, kasus ini menimbulkan korban sebanyak lebih dari seribu mahasiswa.

Baca Juga:  Wakapolri Ajak Waspadai Radikalisme di Dunia Pendidikan

“Kami selaku organisasi pelajar yang tersebar di berbagai negara sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Kami juga baru tahu ada eksploitasi mahasiswa di Jerman yang berkedok magang,” tuturnya.

Hamzah menyerukan kepada pelajar Indonesia di luar negeri agar berhati-hati dalam memilih tawaran program magang. Ia mengatakan para pelajar yang akan magang ke luar negeri dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan PPI Dunia maupun PPI Negara terlebih dahulu.

“Paling tidak bisa in touch dengan kami agar kita hubungkan dengan PPI Negara setempat, ini untuk menghindari kejadian serupa,” ujar Hamzah.

Sementara itu, Presidium Alumni Connect PPI Dunia, Choirul Anam mengatakan pihaknya akan terus mendukung langkah Polri dalam mengungkap kasus ini. Salah satunya dalam memberikan informasi pelajar jika dibutuhkan.

Baca Juga:  Angkat Citra Profesor Unggul dalam Negeri

“Terutama dalam hal pertukaran informasi pelajar. Karena hanya itu ranah kami dalam hal ini,” ungkapnya.

Menurut Choirul, dalam menangani kasus ini diperlukan pertukaran informasi antara a lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi pelajar. Upaya ini diharapkan bisa mengurangi risiko penipuan terjadi kembali.

 

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA