Search

Wali Kota Tanjungbalai Harap Kiprah Fatayat NU dalam Pembangunan

Majalahaula.id – H Waris Tholib selaku Wali Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tanjungbalai masa khidmat 2022-2027. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Walikota, Ahad (06/08/2023).

Dirinya secara pribadi dan atas nama Pemko Tanjungbalai mengucapkan selamat kepada PC Fatayat NU Tanjungbalai yang baru. Diharapkan pelantikan mendapat keberkahan dari Allah SWT. “Saya mengapresiasi Fatayat NU yang sudah memberikan kontribusi untuk kemajuan Tanjungbalai khususnya dalam program yang telah terlaksana di bidang pendidikan dan keterampilan,” katanya.

Ia melihat langsung bahwa Fatayat NU sudah membuat kegiatan di tengah masyarakat. Pekan lalu ada pelatihan memasak kue tradisional untuk pemberdayaan ibu tunggal, dengan demikian Fatayat NU diharapkan tetap semangat dalam pembangunan.

Baca Juga:  Hari Ini Fatayat NU Gelar Kongres di Palembang

Di akhir sambutan Waris juga mengharapkan Fatayat NU turut berupaya menghadirkan solusi inovatif dari berbagai persoalan bangsa. “Saat ini krisis kepercayaan kepada Allah SWT, krisis moral atau adab. Ini jadi PR kita bersama, pemerintah kota, Fatayat NU serta instansi, organisasi atau lembaga yang lainnya. Harapan saya daerah ini memiliki nilai-nilai ketakwaan dan moral,” tutupnya.

Kepengurusan PC Fatayat NU Kota Tanjungbalai diketuai Dwi Ridha Amalia Damanik, sekertaris Ade Suci Pertiwi Utama, bendahara Hilda Aulia Fatwa serta pengurus lainya yang resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Sumatra Utara, Nurhaida Siregar.

Adapun tema pelantikan yaitu “Menguat Bersama Maju Bersama untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia”. Turut hadir Stafsus Kemnaker RI Abdul Muin Pulungan, Wakil Ketua DPRD Syahrial Bakti, Kakan Kemenag H Al Ahyu, Ketua MUI H Hajarul Aswadi, Ketua PCNU H Mulyadi, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Muslimat NU Hj Fatiah Haitami, Ketua GP Ansor Mhd Reza Febriansyah dan Kabid Poldagri Kesbangpol H Zulham Effendi. (Ful)

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA