Search

Kembangkan Ekonomi Umat dengan Marbot Mart

Majalahaula.id – NU Care-LAZISNU PBNU Bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI meluncurkan 30 gerai Marbot Mart di Kota Bogor dan Wirausaha Bengkel dan Steam Hydraulic di Cianjur, Selasa (21/03/2023).

Peluncuran ini dilaksanakan dalam rangka untuk memajukan perekonomian masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan komitmen BPKH dalam hal mendistribusikan nilai manfaat dari hasil Dana Abadi Umat (DAU) yang sebagaimana diatur dalam PP nomor 5 tahun 2018 tentang pelaksanaan Undang-Undang nomor 34 tahun 2014 terkait pengelolaan keuangan haji dan PBPKH Nomor 7 tentang prioritas kegiatan kemaslahatan, di bidang ekonomi umat.

Kepala Unit Kerja Program Kemaslahatan NU Care-LAZISNU PBNU, H Muhammad Iqbal Lutfi menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program Pengembangan Ekonomi Umat di lingkup Masjid dan Pesantren.

Baca Juga:  Teten Masduki Dorong Produk Wellness Bali Tembus Pasar Global

“Alhamdulillah kita patut mensyukuri bahwasanya Allah telah menganugerahkan kita rezeki yang berlimpah melalui Program Kemaslahatan BPKH sehingga dapat membantu UMKM dengan diserahkannya 30 gerai Marbot Mart dan bantuan usaha untuk pengadaan bengkel di Cianjur,” tuturnya.

Dia mengharap agar program tersebut mampu menjadi ruang untuk mengembangkan ekonomi untuk para marbot dan santri di pesantren.

Sementara itu, Pimpinan BPKH, Harry Alexander mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi bagi para marbot di lingkungan yang aman dan strategis.

“Hari ini (Marbot Mart) mungkin hadir dari Kota Bogor. Tentunya ini menjadi terobosan bagus sekaligus menjadi model pembiayaan antara masjid, masyarakat dan lingkungan agar bisa berjalan dengan efektif. Saya berharap selanjutnya akan ada Marbot Mart dan bantuan ekonomi lainnya di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Terkini

21 Mei 2024Jemaah Haji Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya Jakarta () — Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jamaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jamaah Indonesia," tutur Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Jemaah haji Indonesia, lanjut Anna, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna. "Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jamaah ke Armuzna, wajib memakainya," terang Anna. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman, di Makkah, juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jamaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin. "Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jamaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang," imbau Khalil, sapaan akrabnya. Khalil menambahkan, smart card akan didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jamaah melalui ketua rombongan. "Kemudian nanti teknis pembagiannya ke Kasektor. Kasektor yang nanti membagikan kepada ketua kloter. Ketua Kloter nanti yang akan membagikan ke ketua rombongan, lalu ke ketua regu dan jamaah. Kami mengimbau ketua regu kloter dan jamaah haji benar- benar menjaganya agar tidak hilang," jelas Khalil Lebih lanjut, Khalil mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jamaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas. "Dari Kementerian Haji Saudi, jelasnya, kalau hilang bisa diganti tapi dibatasi 10 persen dari jamaah haji Indonesia. Kami mengimbau supaya (para jamaah) hati-hati menyimpannya," tutur Khalil Khalil menambahkan, smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa. "Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji)," imbuh Khalil. Scan Barcode Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jamaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jamaah. Apa saja data yang tersaji? Khalil menjelaskan bahwa data tersebut antara lain berisi nama jamaah, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Makkah.

Kiai Bertutur

E-Harian AULA