Search

Irham Ali Saifuddin Ciptakan Lapangan Kerja Buruh

Majalahaula.id – Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) siap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilangsungkan di Hotel Acacia Jakarta selama dua hari, pada Kamis-Jumat (15-16/12/2022). Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) K-Sarbumusi ini menjelaskan, Rakernas Sarbumusi ini akan fokus membahas program kerja selama lima tahun ke depan. Salah satunya adalah pembahasan program kerja tentang penciptaan lapangan kerja.

Di dalam program kerja penciptaan lapangan kemudian ada subprogram yaitu promosi dan proteksi tenaga kerja muda. Setelah itu, akan didetailkan lagi ke dalam bentuk kegiatan. “Misalnya kita akan memberikan fokus pada pelatihan, baik bagi mereka yang sedang transisi dari sekolah ke dunia kerja, atau dengan pemagangan di BLK (balai latihan kerja),” jelas Irham, Rabu (14/12/2022).

Baca Juga:  Putri Ariani Keahliannya Menyita Perhatian Khalayak

Ia menjelaskan, tenaga kerja muda di Indonesia harus menjadi fokus garapan utama, terutama bagi Sarbumusi. Sebab menurut Irham, angka pengangguran tenaga kerja muda di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu di atas 20 persen, bahkan tertinggi di Asia. Di sisi lain, kata Irham, Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, sejak 2020 hingga 2045. “Kalau (tenaga kerja muda) tidak di-address sejak dini, khawatir nanti setelah bonus demografi lewat, kita bukan bonus yang didapatkan, tapi justru bencana demografi,” ucapnya.

Menurutnya, Sarbumusi sebagai organisasi badan otonom NU yang bergerak di bidang ketenagakerjaan ini memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menyelesaikan masalah pengangguran pada usia tenaga kerja muda. “Karena separuh dari warga Indonesia itu orang NU. Karena bidang ketenagakerjaan ini bidangnya Sarbumusi, maka kami coba rumuskan ke dalam program 5 tahun ke depan,” tuturnya.

Baca Juga:  KH Abdurrahman Al Kautsar - Jangan Bangga Dipanggil Gus

Ia menekankan, pembahasan di Rakernas Sarbumusi dilakukan secara detail. Bahkan dibuat pula indikator-indikator pencapaian program, waktu pelaksanaan, penanggung jawab program, pihak luar yang terlibat, hingga kebutuhan anggarannya. “Jadi semuanya kita detailkan sehingga bekerja lebih sistematis dan programatik. Nanti setiap program kerja sampai kegiatannya akan dibagi rata mulai dari jajaran wakil presiden, wakil sekjen, ketua-ketua dan seterusnya sampai departemen dan federasi-federasinya,” pungkas Irham. (Ful)

Terkini

Kiai Bertutur

E-Harian AULA